Rabu, 24 April 2013

Posted by imam mahmudi |

MELESTARIKAN LINGKUNGAN HIDUP

Karena adanya pemanasan global, polusi, hutan yang berkurang,  orang tidak sadar akan pentingnya menjaga lingkungan hidup sekitar kita. Sampah dilingkungan yang mempengaruhi udara, air, tanah, hewan, tumbuhan, dan manusia. Apabila kita menggunakan lingkungan sebagai limbah, kita mengambil tanah dari alam liar, polusi lingkungan, dan menguras sumber daya alam.
Maka sedikit demi sedikit Alam yang ada disekitar kita akan berubah menjadi tempat yang tak pernah akan kita impikan untuk anak cucu kita nanti. Karena alam ini adalah titipan yang maha kuasa, dialah yang menciptakan semuanya.kita hanya bisa menikmati tapi tak bisa menjaganya,
Apa kata anak cucu kita jikalau Alam ini sudah hancur dan musnah!! Mereka tidak bisa menikmatinya. Oleh karena itu, mulailah dari diri kita untuk melestarikan alam ini, dengan hal paling kecil yaitu tidak membuang sampah sembarang dan penebangan hutan liar.
Di dalam hutan tersimpan banyak tumbuhan yang bermanfaat bagi manusia. Contohnya saja, obat-obatan dan makanan yang kita makan itu berasal dari hutan. Kita sebagai manusia seharusnya berperilaku yang baik untuk menjaga lingkungan dan melestarikannya. Kini banyak tumbuhan yang dirusak oleh manusia, banyak hutan terbakar, dan penebangan liar yang menyebabkab hutan gundul dan penghuni hutan mati (hewan). Hutan adalah salah satu paru-paru dunia, hutan yang seharusnya dilindungi dan dilestarikan malah menjadi penebangan liar buat manusia. Maka dari itu kita tinjau dari permasalah, kita sebagai manusia yang baik seharusnya menanam seribu pohon dalam hutan untuk menjaga lingkungan hidup supaya anak dan cucu kita tahu betapa pentingnya hutan itu.
Hutan yang tidak dijaga dan dipelihara dengan baik, maka akan mendatangkan bahaya yang cukup besar bagi kita, paling tidak bagi mereka yang tinggal di sekitarnya. Penebangan liar merupakan perilaku yang merugikan, baik bagi alam, manusia maupun bagi negara. Banjir, tanah longsor dan musibah lainnya merupakan bagian yang tak dapat terpisahkan dari perbuatan kita sendiri.
Hal tersebut pada akhirnya juga berimbas pada terganggunya ekosistem laut. Ekosistem laut yang seharusnya kita jaga demi keseimbangan alam, ternyata tidak bisa kita jaga, karena berbagai perilaku buruk yang telah kita lakukan. Berbagai pencurian terhadap kekayaan laut, transaksi terlarang yang dilakukan di atas atau di dalam laut dan lain se­bagainya, telah menjadikan laut yang pada awalnya menjadi teman yang penuh dengan kemesraan, berubah menjadi musuh yang menyeramkan. Ombak yang cukup tinggi, melalap habis apa saja yang ada di depannya.
Sebenarnya, langsung atau tidak langsung, alam (lingkungan) telah ‘marah’ kepada kita. Secara langsung, alam marah karena perbuatan buruk kita terhadapnya, dan kita tidak pernah berbuat baik kepadanya. Secara tidak langsung, alam marah karena dia terus menerus melihat dan menyaksikan perbuatan yang kita lakukan setiap hari, baik dalam hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Sehingga muncul dibenak ‘pikiran’ mereka: “Kok ada ya manusia seperti itu?”. Di pihak lain, mungkin saja alam (lingkungan) telah membantu menyadarkan kita untuk kembali kepada jalan kebaikan, membantu kita untuk kembali kepada Tuhan. Ketika manusia telah diingatkan dengan cara baik-baik tetapi tidak kunjung kembali kepada Tuhan, akhirnya mereka mengingatkan manusia dengan kemarahan. Bahkan bisa jadi hal ini merupakan peringatan Tuhan, rasa kasih dan sayang Tuhan kepada kita semua untuk kembali mengingat-Nya, menjalin hubungan yang harmonis dengan-Nya maupun dengan semua makhluk-Nya.
Belajar, belajar dan belajarlah pada alam lingkungan, karna Alam adalah guru yang tidak diam, dia selalu mengajari kita dengan berbagai fenomenanya. Akan tetapi, seringkali kita tidak mau tahu dan dengan sengaja mengesampingkannya. Padahal, kita ada dan hidup di dalamnya mulai dari lahir, dewasa dan lalu mati tetap berada di dalamnya.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar